Phone Number

+6282317094857

Pasar Pinusan Songgon Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Tepian Hutan

Keterangan Gambar : Suasana Pasar Pinusan setiap Minggu pagi


By Admin 20 Sep 2026, 10:47:45 WIB 0 Comments

Pasar Pinusan Songgon Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Tepian Hutan

Penulis: Yusuf Sugiyono – Elang Raung

BANYUWANGI – Pasar Pinusan di kawasan Wisata Pinus Rebond, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, mulai menjadi magnet baru wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Memasuki Minggu pagi kedua setelah dibuka perdana pada 13 September 2026, suasana Pasar Pinusan, Minggu (20/9/2026), tampak semakin semarak. Sebanyak 135 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut meramaikan pasar yang digelar rutin setiap Minggu pagi tersebut.

Pasar Pinusan mulai beraktivitas sejak pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Pengunjung dapat menikmati suasana sejuk kawasan hutan pinus di kaki Gunung Raung sembari berburu beragam produk UMKM, jajanan tradisional, makanan khas, hingga kuliner kekinian.

Kawasan Pasar Pinusan menawarkan suasana wisata alam yang khas. Rimbunnya pepohonan pinus berpadu dengan panorama pegunungan serta aliran Sungai Mbadheng yang berada di sekitar kawasan, menciptakan suasana yang menarik untuk menikmati waktu bersama keluarga maupun komunitas.

Kehadiran Pasar Pinusan tidak hanya memberikan alternatif destinasi wisata bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi warga di sekitar kawasan hutan yang berada di bawah naungan LMDH Rimba Ayu, wilayah Perhutani KPH Banyuwangi Barat.

Pengunjung yang datang pun tidak hanya berasal dari masyarakat sekitar Songgon. Sejumlah wisatawan dari berbagai kecamatan di Banyuwangi hingga luar daerah turut berdatangan untuk menikmati suasana pasar yang digelar di tengah kesejukan hutan pinus.

Beragam Kuliner hingga Jajanan Jadul

Berbagai jenis dagangan tersedia di Pasar Pinusan. Mulai dari jajanan tradisional atau jajanan jadul yang mengingatkan pada kuliner masa lalu, makanan dan minuman khas masyarakat sekitar, hingga beragam kuliner kekinian.

Keberagaman produk tersebut menjadi salah satu daya tarik pasar. Pengunjung tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga dapat mencicipi sekaligus membeli produk-produk yang ditawarkan para pelaku UMKM.

Aktivitas jual beli yang berlangsung sejak pagi turut menciptakan perputaran ekonomi secara langsung. Para pelaku UMKM mendapatkan ruang untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya, sementara masyarakat memperoleh pilihan wisata yang memadukan alam, kuliner, dan aktivitas ekonomi lokal.

Jadi Ruang Berkumpul Masyarakat

Lebih dari sekadar tempat transaksi, Pasar Pinusan perlahan berkembang menjadi ruang berkumpul masyarakat. Keluarga, sahabat, hingga sejumlah komunitas terlihat menghabiskan waktu Minggu pagi dengan bersantai di bawah rindangnya pepohonan pinus.

Suasana tersebut membuat Pasar Pinusan memiliki karakter tersendiri. Aktivitas ekonomi berjalan berdampingan dengan kegiatan rekreasi dan interaksi sosial masyarakat.

Pergerakan ekonomi yang tumbuh dari aktivitas pasar diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. Semakin banyak pengunjung yang datang, semakin terbuka pula peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk lokal.

Pasar Pinusan pun mulai membentuk sebuah ekosistem wisata dan ekonomi lokal yang saling berkaitan. Alam menjadi daya tarik, UMKM menjadi penggerak aktivitas ekonomi, sementara masyarakat menjadi bagian penting dari tumbuhnya kawasan tersebut.

Dari rimbunnya pohon pinus di kaki Gunung Raung, geliat 135 UMKM menyambut datangnya Minggu pagi. Sebuah aktivitas sederhana yang perlahan menghadirkan denyut ekonomi baru dan membuka peluang bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.***

Social Share